INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terperosok signifikan pada perdagangan Senin (12/10) sore. Penurunan indeks saham domestik ini dipicu oleh lonjakan ketidakpastian kondisi ekonomi serta geopolitik di tingkat global.
Pada akhir sesi perdagangan, IHSG terkoreksi sebesar 157,61 poin atau -2,59% ke posisi 5.936,15. Tekanan serupa dialami kelompok 45 saham unggulan (Indeks LQ45) yang merosot 10,77 poin atau 1,79% menuju level 690,90.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa sentimen negatif berasal dari ketidakpastian global yang masih tinggi. Beberapa faktor kunci meliputi harga minyak Brent yang bertahan di atas US$100 per barel, kekhawatiran akan potensi capital outflow di pasar obligasi Indonesia, serta isu terkait MSCI.
Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan The Fed
Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan The Fed
Di ranah global, investor memantau ketat dinamika imbal hasil (yield) US Treasury dan arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS (The Fed). Eskalasi risiko geopolitik turut memicu gejolak pasar keuangan dunia, terutama serangan kelompok Houthi asal Yaman ke infrastruktur minyak Aramco dan Bandara Internasional King Khalid di Arab Saudi.
Dari pasar domestik, pergerakan IHSG kian terbatas akibat depresiasi nilai tukar. Rupiah sore ini tercatat melemah 0,08% ke level Rp17.899 per dolar AS. Kondisi ini memperkuat ancaman maraknya aksi jual bersih oleh investor asing (net foreign sell).
Seluruh Sektor Saham Terjun Bebas
Seluruh Sektor Saham Terjun Bebas
Meskipun sempat dibuka menguat pada pagi hari, IHSG segera berbalik arah ke zona merah hingga penutupan sesi pertama. Memasuki sesi kedua, tekanan jual terus berlanjut tanpa perlawanan berarti hingga bel penutupan perdagangan.
Data Indeks Sektoral IDX-IC mencatat seluruh atau 11 sektor saham jatuh serempak. Sektor energi memimpin pelemahan paling dalam sebesar 5,88%, disusul sektor industri yang tergerus 5,20%, dan sektor infrastruktur yang melorot 4,72%.
Top Gainers & Losers:
- Top Gainers: BIKE, TFCO, ZONE, IFSH, dan MINE.
- Top Losers: CCSI, MBSS, MAPB, PTRO, dan CUAN.
Ringkasan Transaksi dan Bursa Regional
Aktivitas transaksi pasar saham domestik sepanjang hari ini mencatatkan frekuensi sebanyak 1,85 juta kali dengan volume saham mencapai 57,73 miliar lembar. Nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp13,57 triliun.
Secara keseluruhan, terdapat 118 saham yang menguat, sementara 632 saham melemah, dan 213 saham lainnya stagnan. Di tingkat regional, pergerakan bursa saham Asia sore ini terpantau bervariasi (mixed):
Bursa SahamPerubahanLevel - Hang Seng (Hong Kong) | +0,25% | 24.271,20
Shanghai Composite (China) | +0,43% | 3.797,24
Kospi (Korea Selatan) | -3,65% | 6.384,24
Straits Times (Singapura) | +0,30% | 5.417,96